Love Story
Kisah kami bermula dari sebuah perjodohan
Bukan karena kami saling mencari, bahkan sebelumnya kami tidak pernah membayangkan akan dipertemukan satu sama lain. Namun, kami percaya bahwa terkadang Allah menghadirkan seseorang bukan melalui jalan yang kita pilih, melainkan melalui jalan yang telah Dia siapkan.
Pada 29 April 2026, kami memulai ta’aruf. Tidak dengan janji tentang masa depan, hanya dengan niat untuk saling mengenal dan keyakinan bahwa jika memang Allah menakdirkan, semuanya akan menemukan jalannya.
Pada 3 Mei 2026
Tibalah saatnya kami dipertemukan dalam nadzhar. Pertemuan yang sederhana, tetapi menyimpan keputusan yang tidak sederhana.
Saat itu, kami belajar bahwa memilih pasangan bukan hanya tentang apa yang terlihat oleh mata, tetapi tentang kepada siapa hati bersedia percaya. Dengan keyakinan yang perlahan tumbuh dan hati yang sepenuhnya pasrah kepada Allah, kami menyerahkan apa pun hasilnya kepada-Nya.
Jika bukan dia, semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Namun jika dia adalah jawaban dari doa-doa yang selama ini kami langitkan, semoga Allah mudahkan langkah kami untuk saling menemukan.
Enam hari kemudian
Pada 9 Mei 2026, kami melangkah menuju sebuah ikatan melalui lamaran.
Begitu singkat perjalanan kami, tetapi mungkin memang begitulah cara Allah menunjukkan bahwa sebuah pertemuan tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang untuk menghadirkan keyakinan.
Yang awalnya hanya sebuah perjodohan
Perlahan berubah menjadi penerimaan. Dari penerimaan, tumbuh rasa nyaman. Dari rasa nyaman, lahir keyakinan. Dan tanpa kami sadari, cinta pun tumbuh di antara dua hati yang awalnya bahkan tidak saling mencari.
Kami akhirnya mengerti, cinta tidak selalu harus ditemukan terlebih dahulu untuk kemudian dipertahankan. Ada kalanya cinta justru tumbuh setelah kita memilih untuk percaya kepada takdir Allah.
Kini kami sampai pada satu titik di mana kami tidak lagi bertanya, “Mengapa harus dia?”
Sebab kami mulai memahami, mungkin bukan kami yang sejak awal memilih jalan ini. Allah-lah yang mempertemukan, mendekatkan, lalu menumbuhkan keyakinan di dalam hati kami.
Berawal dari sebuah perjodohan, dimulai dengan ta’aruf, dipertemukan dalam nadzhar dengan penuh keyakinan dan kepasrahan, lalu tumbuh menjadi cinta.
Dan jika kelak ada yang bertanya bagaimana kisah kami dimulai, mungkin jawabannya sederhana:
Kami tidak saling mencari. Kami hanya sedang menjalani takdir, hingga akhirnya Allah mempertemukan kami.